Seharusnya tulisan ini saya publish lamaaa sekali sejak bahasa gaul muncul,( yang katanya bahasa ‘gue’ ’elo’, ‘bokap’,'nyokap’ dsb). Baru-baru ini saya baca tulisan adek yang masih SMA, yah, saya akui saya anak yang mungkin ga menggunakan bahasa gaul saat saya remaja, hingga saat ini umur saya menginjak 20-an. Ndak nyaman, walaupun ternyata adek perempuan saya menggunakannya.
Agak kaget saat saya tahu, panggilan gaul sesama teman untuk ibu mereka adalah “bonyok” saya ulangi lagi “BONYOK”. Astaghfirullah, walaupun anak-anak remaja menggunakan kata tersebut tanpa maksud dan arti apa-apa kecuali ibu mereka, tapi ini koreksi utama. Panggilan tersebut bagi saya sangat buruk, dan tidak layak ditunjukkan bagi seorang ibu yang melahirkan, menyayangi kita, bahkan kalau kata anak-anak orang yang berada “ibu gue ga peduli sama gue, dia kerjaaaa teruus” oke adek-adek yang dah menginjak remaja, kalau ibu kamu demikian, beliau bekerja untuk siapa? menghasilkan uang untuk siapa? untuk menghidupi siapa? menyekolahkan siapa? berfikirlah. Sungguh saya sangat ngeri mendengar para remaja saat ini memanggil Ibu mereka dengan panggilan seperti itu. Saya ngeri jangan-jangan itu juga termasuk kategori anak yang durhaka, betapa besar dosanya!!!… Astaghfirullah, Sungguh Ibu yang sangat mulia, yang sebagian Kasih-Nya diturunkan pada kita melalui beliau, tak layak mendapat panggilan seperti itu, lagipula, apakah rela beliau dipanggil seperti itu?? Kalaupun beliau rela, karena saking besar kasih sayangnya pada kita, Apakah Allah tidak murka???
Mari teman-teman kita lebih bijak menggunakan bahasa, yang konon katanya percikan hati kita terlihat dari kata-kata yang kita ucapkan. Semoga tulisan ini bermanfaat.